Selamat datang dalam duniaku yang sempit ini. selamat menikmati apa yang telah aku tulis, tapi ada yang harus selalu kamu ingat bahwa tidak semua yang aku tulis adalah aku dan tidak semua yang aku bicarakan adalah kamu..
Tampilkan postingan dengan label move on. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label move on. Tampilkan semua postingan

Dear You..

Oktober 10, 2013

There are times. When all we need to know is someone cares.And you are there for me in those times.Thank you for all that you are. And all that you do.Thanks for breaking my heart and hurt me.Yes, you make me stronger than before.

semoga, tidak kamu lagi!

Agustus 26, 2013



Maaf jika harus menuliskan ini, tapi ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya membuatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit (lagi), sama seperti dulu.

Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya, aku mampu membuktikan bahwa inilah aku yang sekarang tak seperti aku yang dahulu.

Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.

Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Sekali lagi maaf.

kamu dan kemunafikan

Mei 06, 2012


well , tampaknya ak harus menuliskan beberapa "makian" di artikelku yang satu ini . pertama , aku sudah cukup muak dengan segala kepura-puraan yang selama ini aku tampilkan . kedua , aku sudah cukup bersabar untuk membiarkan semua berjalan begitu saja seakan semua baik-baik saja padahal keadaan yang ada tidak baik sama sekali . dan yang ketiga , berharap "kamu" membaca ini dan menyadari bahwa ini semua memang tentang "kamu" .

seperti yang pernah aku tulis beberapa minggu yang lalu , aku mempertanyakan semua cerita yang pernah kamu sampaikan . tentang pria-pria yang kamu katakan telah datang dan kini menghilang begitu saja . saat itu , tentu saja , semua cerita berasal dari sudut pandangmu sendiri . dan tidak mengejutkan saat semua cerita itu berujung dengan kamu sebagai korban dan mereka (laki-laki itu) sebagai seorang "penjahat" yang kalah dalam memperjuangkanmu .

tapi seiring waktu berlalu , sebuah kejadian (bukan sebuah sebenarnaya , karena kejadian ini berlangsung berkali-kali) membuatku menyadari sesuatu yang tidak beres di sini . dalam kasusku denganmu , kamu bukan korban tapi justru aku lah korbannya . awalnya aku masih menghargaimu dan memandangmu sebagai seorang wanita baik-baik , mulia , berprinsip , dan memiliki sebuah standar yang memang sudah kamu tentukan secara personal . namun , lagi-lagi setelah waktu berlalu , aku kehilangan segala pandangan itu . bahkan , kini aku cukup membencimu hingga aku mampu mengacuhkanmu saat aku melihatmu berdiri di hadapanku .

itu semua bukan tanpa alasan , bahkan aku memiliki alasan kuat untuk itu . kamu tau , bagiku kamu itu seorang wanita munafik . aku semakin membencimu saat kamu semakin lama semakin memainkan peranmu seakan-akan kamu adalah korban yang tidak bersalah dan patut dikasihani .

aku memang kecewa saat semua penawaranku tentang "masa depan" kamu mentahkan , tapi aku sudah cukup bijaksana untuk menerima semua itu . dan aku tetap berada di tempatku , tidak menerobos masuk ke tempatmu dan memaksamu mengikutiku ke jalur yang aku inginkan . tapi kamu seakan mengolok-olok aku dengan segala sikapmu . kamu pikir dirimu itu siapa? dulu , aku menghargaimu karena kamu aku anggap sebagai seorang wanita yang memang patut untuk dihargai . tapi kamu tidak melakukan hal yang sama kepadaku .

pernah suatu ketika aku berusaha membuangmu , jauh sebelum kebencianku memuncak seperti saat ini . aku cukup berhasil , namun kamu kembali datang dengan kata "rindu" yang seakan tulus kamu ucapkan . menaarikku kembali ke jalur yang sebenarnya sudah aku tinggalkan . tapi kemudian , kamu kembali menghilang . tidak ada penghargaan sedikitpun kepadaku , seorang laki-laki yang juga memiliki perasaan , sama sepertimu .

poin yang perlu diingat disini dan kesimpulan yang aku miliki , pertama kamu adalah seorang yang munafik , kedua kamu adalah seorang yang pandai bersandiwara , ketiga kamu adalah orang yang sangat piawai memutar balikkan keadaan , keempat kamu adalah seorang wanita yang ...

sudahlah , aku hanya ingin meluapkan emosiku . itu saja .

kamu tidak sendiri

Maret 30, 2012


bicara tentang move on , sebenernya ini bukan sebuah kalimat baru di dunia ini . move on adalah kata-kata umum yang bisa diartikan dengan melanjutkan hidup . hanya saja , beberapa waktu yang lalu sebuah acara yang bernama stand up comedy membuat kalimat itu menjadi populer di Indonesia sebagai kalimat yang menunjukkan kondisi seseorang setelah putus hubungan dengan kekasihnya . sebenernya sama saja dengan kata galau yang tiba-tiba populer karena keberadaan stand up comedy yang mulai dikenal publik .

well , ak tidak berniat membahas asal usul kata move on maupun galau , ak pengen membahas tentang hal lain meskipun ga jauh-jauh amat dari 2 kata itu tadi .

oke , setiap orang pasti memiliki ceritanya sendiri-sendiri . antara yang satu dengan yang lain mungkin tampak berbeda . tapi tidakkah kita sadar bahwa semua itu sebenarnya sama? percintaan remaja ga akan jauh-jauh dari kangen , cemburu , bertengkar , ciuman , selingkuh , dan lain sebagainya . dan ak yakin , sejak jaman kerajaan pun percintaan yaa mungkin sudah seperti itu meskipun dalam cover yang berbeda .

ada yang bilang bahwa saat kita berpisah dengan pasangan itu bukan berarti kita melukai perasaan kita sendiri melainkan kita berhenti untuk saling menyakiti , dan bagiku , ada benarnya juga kalimat tersebut . karena sadar tidak sadar , orang yang paling berpotensi menyakiti kita secara perasaan adalah orang yang paling dekat dengan kita , yaitu pasangan kita sendiri . dan saat kita putus , wajar lah kita terluka , terpuruk , menangis , kehilangan , dan itu manusiawi sekali karena kita semua punya perasaan . apalagi kita memutuskan berpisah dengan orang yang telah bertahun-tahun menemani kita setiap waktu .

tapi ada 1 hal yang sering diabaikan oleh orang yang patah hati , yaitu mereka merasa bahwa mereka lah orang yang paling menderita di dunia ini . tidak ada orang yang pernah mengalami sakit seperti yang mereka rasakan . justru pikiran-pikiran semacam ini yang membuat orang yang patah hati semakin terpuruk dan sulit untuk bangkit . bukankah di awal sudah ak katakan bahwa percintaan itu yaa itu-itu aja isinya . apa karena kita putus dengan pasangan kita lantas menjadikan kita sebagai makhluk paling menyedihkan? dan apa hal itu menjadikan kita satu-satunya orang yang pernah patah hati? tidak .

yakinlah di luar sana ada orang yang pernah atau bahkan sedang mengalami hal yang sama dengan kita . kita harusnya bisa melihat dunia dengan kaca mata yang lebih baik . tidak semata-mata kenangan dengan mantan . melihat hujan , inget mantan . lihat orang gandengan , inget mantan . bahkan ada yang lebih frontal lagi yaitu mengatakan bahwa tidak ada gunanya hidup di dunia ini . apa dengan mati lalu membuat masalah selesai? pikirkan apa yang akan kita bawa mati , baru berani meminta mati!!.

jujur saja , ak paling ga suka melihat orang sok paling sedih di dunia ini , sok paling sakit di dunia ini , dan penyebabnya hanya karena seorang mantan . ayolah berfikir yang lebih realistis!! berharap pada mantan itu sah-sah saja , tidak salah . tapi salah jika kita mendewakan mantan dan memaksa pikiran kita menerima bahwa kalo kita tidak bersama orang itu maka kita lebih baik mati . hidup itu memiliki banyak kejutan , bisa menyenangkan bisa juga menyedihkan . tapi apapun itu , yang pasti kita harus bisa melewati dengan bijaksana . dan yakinlah bahwa kita hanya 1 diantara jutaan orang lain yang mengalami kejadian serupa . jika mereka bisa melewati ini semua , maka kita pun pasti bisa .. :))

Say 'Hello' .. ^^

free counters

 

Find us on Facebook

Most Reading