Selamat datang dalam duniaku yang sempit ini. selamat menikmati apa yang telah aku tulis, tapi ada yang harus selalu kamu ingat bahwa tidak semua yang aku tulis adalah aku dan tidak semua yang aku bicarakan adalah kamu..
Tampilkan postingan dengan label Jodoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jodoh. Tampilkan semua postingan

salahkah aku?

Juni 27, 2014


wah udah lama banget ternyata aku ga nulis di blog ini, alasannya ya sibuk, males, dan banyak hal lain yg tampaknya lebih menarik.. :)
lagipula, blog ini bukan salah satu blog populer yg rutin dibuka dan dibaca oleh orang pada umumnya. andaikan pun ada yg membaca, pasti karena secara 'tidak sengaja' menemukan link random yg berserakan di dunia maya khususnya google. Hehe

sebagai artikel pembuka setelah berabad-abad berbulan-bulan tidak menuliskan apapun, kali ini aku pengen membahas hal yg menjadi esensi blog ini sejak awal dibuat, how to build a good relationship. yeee..

beberapa malam yg lalu, ada seseorang yg mengatakan bahwa sebenarnya diantara 2 orang yg bertengkar sebenarnya merasa bahwa diri mereka masing-masing berada pada posisi yg benar. jadi, benar dalam perspektif diri mereka sendiri, atau kalau mau sedikit lebih luas ya benar dalam perspektif 'kelompok' mereka.

aku punya pemahaman sendiri mengenai 'rasa benar' yg dirasakan oleh pasangan yg bertengkar ini, yaitu menekan ego sendiri sampai pada batas terendah yg kita miliki. seberapa rendah? relatif. setiap orang memiliki batas yg berbeda-beda, sama seperti batas sabar antara 1 orang dengan orang yg lain tidak selalu sama. lalu, kenapa harus menekan ego? bukankah pada akhirnya kita akan 'lelah' jika harus menekan ego terus-terusan? bukankah kita juga ingin dimengerti selain harus mengerti? nah mari simak penjelasanku berikut :)

asumsikan Tono dan Tini adalah sepasang kekasih yg saling mencinta, tapi seperti pasangan pada umumnya, tidak ada gading hubungan yg tak retak bermasalah. suatu ketika Tini melakukan sesuatu yg ternyata membuat Tono marah, dan ternyata Tono ini tipe orang yg lebih suka memendam emosinya sendiri daripada harus 'meledak' secara langsung. Tono ini lebih suka diam dengan kemarahan ataupun kekecewaan tersebut tanpa harus meluapkan hal tersebut ke orang lain. dalam situasi seperti ini, Tini bingung kan? ya dong, baginya tak ada angin tak ada hujan kok si pacar tiba-tiba ngambek? what's wrong dude? "mungkin lagi M (males).." pikir Tini.
nah, sampai disini setidaknya sudah ada 1 permasalahan/ konflik yg bisa kita bahas agar Tono dan Tini bisa rujuk dan saling mencinta lagi. Ciee.

Rekayasa 1
Tono yg sudah jengkel, memendam emosinya sendiri dan mendiamkan Tini. bisa jadi karena ia ga ingin menunjukkan kemarahannya ke orang yg dia sayang, bisa jadi karena ia sudah terlalu lelah untuk mengungkapkan hal yg sama secara berulang-ulang (mungkin ini bukan kali pertama Tini melakukan kesalahan yg sama). Tini, yg merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa jadi ikut cuek ternadap Tono. tidak ada usaha untuk mencari tau dan meminta maaf.
ending: saling diam dan kemudian putus.

Rekayasa 2
Dengan kondisi Tono sama seperti pada rekayasa 1, Tini berusaha mencari tau ada apa dengan kekasihnya itu meskipun dia merasa bahwa dia tidak melakukan kesalahan apapun. berusaha memperbaiki hubungan yg telah ia bangun bersama Tono, karena ia tak rela hubungan itu rusak begitu saja. baginya tak apalah mengalahkan ego sendiri jika hal tersebut bisa membawa kebaikan bersama. hingga akhirnya Tono mau menjelaskan kenapa dia jengkel, dan Tini-pun bisa memberi pembelaan pada dirinya sendiri.
ending: 1) saling memahami, menikah, punya anak, hidup bahagia. 2) memahami masalah yg ada dari 2 sudut pandang yg berbeda (Tono dan Tini), tapi menyadari bahwa semuanya memang tak bisa dipaksakan, putus baik-baik.

setelah membaca penjelasan diatas, mungkin ada yg bertanya "loh rekayasa 1 dan 2 kok sama-sama bisa putus? sama aja dong kalo gitu antara menahan ego ataupun tidak?"
ya tidak dong. perhatikan prosesnya dan hasil akhirnya. yg 1 tidak tau permasalahan sebenarnya, yg 1-nya lagi memahami masalah apa yg mereka hadapi meskipun pada akhirnya mereka memutuskan berpisah.

sekarang, tinggal masing-masing dari kita mau bersikap seperti apa terhadap setiap masalah yg ada, mau berusaha memperbaiki atau mau membiarkannya begitu saja. tidak ada kalimat harus. semua terserah pada masing-masing individu. dan tak ada yg perlu menjadi 'orang lain' untuk memecahkan sebuah masalah, karena kamu bisa tetap menjadi kamu dan akan terus begitu sampai kamu memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik lagi.. :)

tidak berjodoh

Oktober 13, 2013

Ak ingat percakapanku dg umiku bbrp tahun yg lalu..
"gimana kalo dia drebut cwo lain?" kataku sambil terus mengekor umi yg sedang menyiapkan makanan ddapur.
"berarti kalian tidak berjodoh"
Sejak itulah sedikit demi sedikit rasa cemburuku susut dan jauh lebih percaya pada pasanganku.

Jadi saat pasanganku sdg brsama laki-laki lain ak tak pernah mempermasalahkan hal itu, yg ak minta hanya dia menjaga perasaanku dan menghormatiku sebagai pasangannya dan sebagai pria. Itu saja.

Dear You..

Oktober 10, 2013

There are times. When all we need to know is someone cares.And you are there for me in those times.Thank you for all that you are. And all that you do.Thanks for breaking my heart and hurt me.Yes, you make me stronger than before.

tempat untuk cintaku

September 05, 2013

Cintaku tak pernah hilang atau mati. Hanya berpindah-pindah mencari tempat yang sekiranya layak untuk menghabiskan sisa hidup. Jika hatimu tak lagi bersedia memberiku tempat, aku akan pergi. Mencari hati baru yang pemiliknya bersedia memberi tempat pada cintaku — selamanya.

hai wanitaku

Agustus 27, 2013



Dear, wanitaku..

Aku adalah seorang pria yang sudah belajar banyak dari masa lalu. Aku rasa akupun sudah berhasil mengendalikan emosiku yang sebelumnya sangat meledak-ledak, tidak mau kalah, bersikap seenaknya sampai memaksakan kehendak, dan kini aku sudah merasakan sendiri manfaatnya dalam hidupku. Dulu, aku pikir cinta itu tentang menang dan kalah, aku kira jika aku membiarkan diriku terekspos itu artinya aku lemah. Ternyata aku salah. Aku akhirnya sadar bahwa mencintai adalah sesuatu yang tidak terjadi begitu saja, kini mengerti bahwa mencintai itu perlu kerjasama.. Ya, aku sangat berharap bertemu dengan wanita yang siap bekerjasama denganku.

Aku berharap kamu adalah wanita yang berdiri di sampingku dengan penuh kepercayaan diri. Membiarkanku menentukan arah dan mengikuti saranku. Aku berharap kamu akan menjadi wanita yang mencintai, memberi, menemani, menjadi perempuan paling lovable yang pantas bersanding denganku. dan aku akan terus belajar supaya kita berdua dapat menjalani hubungan yang lebih dewasa.

Permintaanku, jangan sia-siakan aku. Kuharap kamu paham bahwa, adalah keputusanku untuk mencintaimu, dan aku cukup berharga untuk memutuskan sebaliknya apabila cintaku tidak berbalas. Jangan kecewakan kepercayaanku padamu. Bahkan ketika aku membiarkanmu memegang kendali, maka jadilah wanita yang memberikan kuasa kepadaku untuk memimpin kita berdua ke arah yang lebih baik. Jangan rendahkan aku. Apabila aku merendah, itu kulakukan karna aku menghormatimu, dan kuharap kamu pun menghormatiku. Jangan anggap aku remeh. Ketika aku memberikanmu yang terbaik dariku, kuharap kamu membalasku dengan cinta terbaik yang bisa kau berikan.

Aku percaya kita berdua, kamu dan aku, akan mampu saling mencintai dengan maksimal. Kamu berhak mendapatkan pria yang mencintaimu seperti aku, dan aku berhak mendapat wanita yang mencintaiku seperti kamu.Ya, kita akan bekerjasama, untuk kebaikan kita berdua. Dan kuharap kerjasama kita dapat berlangsung selamanya.

semoga, tidak kamu lagi!

Agustus 26, 2013



Maaf jika harus menuliskan ini, tapi ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya membuatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit (lagi), sama seperti dulu.

Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya, aku mampu membuktikan bahwa inilah aku yang sekarang tak seperti aku yang dahulu.

Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.

Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Sekali lagi maaf.

your decision..?

Maret 20, 2013


hari ini, ak terbangun dan mendapati diriku sudah berada di hari Rabu 20 Maret 2013 jam 00:55. sejenak berfikir, tampaknya sudah beberapa hari ini ak tidak akrab dengan ponselku. bahkan, sudah genap 3 hari ak tidak men-charge ponsel itu padahal sebelumnya 1 hari sekali harus sudah dicharge. (penting?)

cerita kali ini bisa kita mulai pada hari Jum'at kemarin, 15 Maret 2013. dan cerita ini diawali dengan sebuah pesan singkat/ SMS yang ga dibales. jadi ceritanya ak sedang smsn biasa dengannya, dan kemudian secara tiba-tiba "puff" dia menghilang. tanpa berita. like usual. ak yang pada dasarnya emang udah jarang mikir negative ya mikir dia mungkin lagi ribet dengan barang bawaan atau apalah disana, secara dia lagi perjalanan pulang dari Surabaya ke Blitar naik kendaraan umum. ak tunggu 5 menit, 15 menit, 30 menit, bahkan sampai lebih dari sejam. dan see, jam 19.xx dia buka whatsapp (aplikasi chat mobile) dan agak tidak mengenakkan kan jika sms kita "diacuhkan" berjam-jam tapi dia membuka "mainan" semacam itu? hancur sudah semuanya. dan super-nya, sampai detik ini tidak ada kata maaf yang keluar darinya.

ak bukan tanpa usaha, Sabtu pagi ak langsung memberinya sebuah opsi, sms silahkan ga sms juga silahkan. ak beri dia kebebasan untuk memilih daripada aku sendiri yang kecewa dbuatnya karena menunggu. dan melihat perkembangan akhir-akhir ini sudah jelas kan mana yang dia pilih?
sejak beberapa minggu yang lalu aku secara pribadi sudah memutuskan bahwa percuma saja meminta padanya, lebih baik menunggu kesadarannya sendiri, dengan begitu ak tidak akan dianggap "banyak maunya" meskipun hal itu seperti gajah yang membayangkan dirinya bisa terbang menggunakan telinga.
kalau mau sedikit mundur ke belakang, ini bukan sebuah masalah kepercayaan kita pada pasangan kan? ini juga bukan masalah negatif thinking atau semacamnya kan? tapi ini masalah respect kepada pasangan. masalah tentang bagaimana kita memperlakukan pasangan kita yang sudah berjuang keras untuk berubah demi orang yang dia sayang, demi dirinya yang lebih baik dari sebelumnya.

ini bukan tentang besarnya rasa egois seorang laki-laki yang enggan memulai percakapan dengan pacarnya, tapi tentang sebuah tanggung jawab besar bahwa setiap orang harus tau dan bisa menempatkan dirinya. kapan dia harus mengalah, dan kapan dia harus minta maaf karena kesalahan yang sudah berulang kali dia buat. mengecewakan, tapi tidak semua orang bisa menyadari itu tanpa menunggu tamparan dari orang lain  terlebih dahulu.

andaikan sampai hari ini dia tidak merasa bersalah, tapi coba dipikir dengan pola pikir paling sederhana sekalipun. bagaimana posisi orang yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar tapi sempat membuka aplikasi chat mobile dan bukannya memberi kabar karena telah menghilang sebelumnya? ak yakin jawaban semua orang akan sama, bahwa orang itu ada diposisi yang salah.

tapi dia sudah memutuskan, dan ak cukuplah mengikuti apa yang dia mau. ak sudah memikirkan setiap kemungkinan yang mungkin terjadi nanti, sampai kemungkinan terburuk sekalipun, dan ak sudah siap dengan itu. bagiku, ak sudah berusaha dan berjuang dengan sangat serius selama ini untuknya, jadi jika pada akhirnya dia memilih untuk pergi, setidaknya ak memiliki keyakinan yang ak pegang teguh bahwa bukan aku yang bersalah dan yang bersalah tidak mau meminta maaf untuk kesalahannya melainkan memilih untuk pergi.

Puisi dari pak Habbibie Untuk Istrinya , ibu Ainun ..

Desember 21, 2012

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu , bukan itu ..
karena , aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya ..
dan kematian adalah sesuatu yang pasti ..
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi , aku sangat tahu itu ..

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat ..
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang , sekejap saja , lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati , hatiku seperti tak di tempatnya , dan tubuhku serasa kosong melompong , hilang isi ..

Kau tahu sayang , rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ..
Pada air mata yang jatuh kali ini , aku selipkan salam perpisahan panjang ..
Pada kesetiaan yang telah kau ukir , pada kenangan pahit manis selama kau ada ..

Aku bukan hendak mengeluh , tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini ..
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang ..
tanpa mereka sadari , bahwa kau-lah yang menjadikan aku kekasih yang baik ..
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua? tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia , kau ajarkan aku arti cinta , sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ..

Selamat jalan ..
kau dari-Nya , dan kembali pada-Nya ..
kau dulu tiada untukku , dan sekarang kembali tiada ..

selamat jalan sayang ..
cahaya mataku , penyejuk jiwaku ..

selamat jalan ..
calon bidadari surgaku ..

tentang kamu (lagi) ..

Desember 18, 2012

ternyata sudah cukup lama aku ga nulis di blog ini , bukan karena apa-apa sih , hanya saja aku terlalu sibuk dengan duniaku yang lain . dan andaikan blog ini adalah blog yang isinya diary-ku , pasti udah banyak yang terlewatkan untuk ak tulis . dan saat ini , ketika aku menekan setiap tombol keyboard laptop yang ada di hadapanku , aku mempunyai jutaan cerita yang sebenarnya ingin aku tuliskan , hanya saja pasti akan membosankan untuk membaca setiap sudut hidupku yang itu-itu saja .

well , kali ini aku ingin sekedar mengungkapkan apa yang ada dipikiranku . dan setelah sekian lama aku ga nulis , sayang sekali aku harus mengatakan bahwa aku bingung dengan keadaan yang aku alami saat ini .
jujur saja , sebenarnya aku membutuhkan 'teman' untuk bercerita seperti dulu . aku butuh seseorang yang mendengarkanku seperti dulu . aku butuh 'tempat sampah' yang siap menerima semua hal tidak berguna yang ada dalam hidupku . dan bahwa saat ini aku sadar , aku sendirian . mereka yang dulu ada sudah pergi satu persatu . mereka mengejar mimpi mereka masing-masing . tentu saja aku tidak menyalahkan mereka , lagipula siapa yang tidak ingin menggapai mimpi? bahkan aku bahagia untuk mereka yang telah mengambil langkah pertama untuk menemukan langkah-langkah selanjutnya dalam hidup .

jika aku berusaha mengingat masa-masa yang telah lalu , aku ingat jelas kenapa blog ini bisa tercipta . yaitu aku membutuhkan tempat untuk bercerita . blog ini seakan menjadi sahabat yang bisa menampung setiap isi hatiku . setiap emosi yang aku rasakan . dan well , aku mencintai blog ini . hingga akhirnya aku menemukan mereka , teman-temanku yang kemudian aku dengan bangga menyebut mereka sahabat . mereka tempat dimana aku menumpahkan setiap keluh kesahku akan hidup yang aku jalani . kadang memang tanggapan yang mereka berikan tidak sesuai dengan yang aku harapkan , tapi sungguh hari ini aku merindukan candaan-candaan itu .

aku bertemu dengannya lagi , seseorang yang dulu aku beri nama my libra di blog ini . aku isi hari-hariku dengan namanya selalu ada di dalam setiap do'a ku . aku menikmati setiap detik yang aku habiskan bersamanya , bersama orang yang dulu telah meninggikan aku . sungguh , aku tak pernah bosan untuk menceritakan tentangnya kepada siapapun yang mau mendengarkan . seakan-akan , kisah itu hidup dalam diriku , dan aku tidak ingin kehilangan setiap memori yang aku bangun bersamanya . dan bahwa kemudian aku sadar , dia sudah ada disini lagi hari ini bersamaku , tentu saja dengan kondisi yang berbeda .

bagiku , dia tetaplah dia yang dulu . bukan dia yang berubah , tapi aku . aku yang sekarang mungkin bisa dibilang memang bukan aku yang dulu . aku tak pernah setuju kalau ada yang mengatakan aku berubah hanya karena aku ingin mendapatkannya lagi , karena bagiku , aku berubah karena memang aku harus merubah sisi diriku yang buruk . bonusnya , mungkin saja aku bisa mendapatkan hatinya lagi .

aku pernah mengatakan padanya bahwa aku tidak berharap untuk membuatnya mengingat-ingat masa indah kami dulu agar mau menerimaku dihidupnya , tetapi aku katakan bahwa aku ingin memulai semua dari awal . aku ingin membuatnya mencintaiku dari nol , sebagaimana dulu ia mencintaiku pertama kali dari nol , dari tanpa rasa hingga memiliki berjuta rasa . oleh karena itu aku tidak menyebut ini semua sebagai 'balikan' , melainkan 'memulai semua dari awal' .. dan lagi-lagi , ini tentang kamu . my libra..

jodohku adalah ..

Agustus 07, 2012

yak , lama sudah aku ga nulis . dan sekalinya nulis , sekarang aku mau nulis tentang agama .. Haha :facepalm: semalam aku mengobrol (via sms) dengan seseorang tentang suatu hal yang berhubungan dengan jodoh .. :yeah:

pada dasarnya ini semua berawal dari sebuah pernyataan yang berbunyi "kalo jodoh gak bakal kemana" . sebenarnya kalimat itu tidak salah , sama sekali tidak salah . bagaimana mungkin salah sedangkan itu adalah hak prerogatif dari Tuhan? tapi perlu digaris bawahi bahwa kalimat itu tidak berarti kita diam saja dan pasrah dengan alasan bahwa kita sudah memiliki jodoh yang ditentukan oleh Tuhan tanpa mau berusaha .

nah dari titik ini tampaknya topik melebar , maklum lah lewat sms , jadi banyak hal yang "terselip" dan tidak tersampaikan atau mungkin tidak terbaca . oleh karena itu-lah aku memutuskan untuk menulis disini , biar lebih jelas . biar alasan yang ada lebih bisa dijabarkan tanpa bayang-bayang batas karakter atau pending dalam sms .. Haha

pelebaran topik ini menyangkut pada "penafsiran" bahwa setiap orang baik pasti akan berjodoh dengan orang baik .

dulu , dulu sekali , aku percaya bahwa orang baik PASTI akan berjodoh dengan orang baik . aku meyakini hal itu tanpa keraguan karena aku yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik jika aku telah melakukan yang terbaik (tanpa mendikte Tuhan loh) . tapi salah seorang dosenku di kampus sempat mengatakan bahwa beliau belum pernah menemui ayat di dalam Al Qur'an yang mengatakan bahwa orang baik akan berjodoh dengan orang yang baik pula . karena aku penasaran dan tidak ingin menerima sesuatu tanpa dasar yang kuat , maka aku bertanya dan mencari tau .

jadi singkatnya , memang ada ayat yang mengatakan sebagai berikut ini:
“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (An-Nuur: 3)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (An-Nuur: 26)
dan kemudian yang menjadi masalah adalah para orang awam (termasuk saya) mengartikan firman tersebut sebagai takdir Tuhan . lalu , sebenarnya apa maksud dari ayat tersebut diatas itu? insya Alloh , ayat tersebut adalah sebuah PERINTAH , bukan TAKDIR . apakah berbeda? jelas sangat berbeda . dimana takdir adalah sesuatu yang pasti dan telah di tetapkan . jika kita selalu mendekatkan diri kepada Alloh , maka kita pasti akan berjodoh atau memiliki pasangan yang juga dekat dengan Alloh . mungkin seperti itulah yang ada dipikiran banyak orang saat ini . padahal banyak kita temui keadaan diluar sana yang tidak seperti itu .

maksudnya bagaimana? maksudnya adalah jikalau memang benar yang baik berjodoh dengan yang baik dan yang buruk berjodoh dengan yang buruk , apakah seorang pemabuk itu berarti istrinya wanita yang tidak baik (buruk berjodoh dengan yang buruk)? apakah seorang ustad itu berarti istrinya pasti wanita yang sabar dan santun (baik berjodoh dengan yang baik)? TIDAK . dosa dan kesalahan pemabuk itu yaa menjadi kesalahannya sendiri , bukan istrinya . ketaatan ustad itu pada Alloh yaa menjadi ganjaran bagi dirinya sendiri , bukan istrinya .

contoh paling nyata adalah kisah antara Fir'aun dengan istrinya , Asiyah . jika memang yang baik berjodoh dengan yang baik dan buruk berjodoh dengan buruk , apakah Asiyah termasuk golongan buruk karena suaminya adalah Fir'aun? TIDAK . malahan , Asiyah adalah salah satu dari 4 pemimpin wanita di surga kelak bersama dengan Khadijah, Fatimah , dan Maryam . dan adapula cerita tentang Luth dengan istrinya .
poin yang ingin aku katakan disini adalah , Alloh memerintahkan untuk menyandingkan wanita baik dengan pria baik , dan wanita buruk dengan pria buruk . bukan menakdirkan hal tersebut dengan membuat sebuah ketetapan .

untuk masalah kita berikhtiar agar mendapatkan jodoh yang baik itu perkara lain , tetapi yang perlu kita yakini adalah semua itu dari kita sendiri dengan Ridho dari Alloh SWT . bukan karena baik akan bersama yang baik dan yang buruk akan bersama yang buruk ..
Wallahu'alam bissawab ..

Say 'Hello' .. ^^

free counters

 

Find us on Facebook

Most Reading