Selamat datang dalam duniaku yang sempit ini. selamat menikmati apa yang telah aku tulis, tapi ada yang harus selalu kamu ingat bahwa tidak semua yang aku tulis adalah aku dan tidak semua yang aku bicarakan adalah kamu..
Tampilkan postingan dengan label keputusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keputusan. Tampilkan semua postingan

salahkah aku?

Juni 27, 2014


wah udah lama banget ternyata aku ga nulis di blog ini, alasannya ya sibuk, males, dan banyak hal lain yg tampaknya lebih menarik.. :)
lagipula, blog ini bukan salah satu blog populer yg rutin dibuka dan dibaca oleh orang pada umumnya. andaikan pun ada yg membaca, pasti karena secara 'tidak sengaja' menemukan link random yg berserakan di dunia maya khususnya google. Hehe

sebagai artikel pembuka setelah berabad-abad berbulan-bulan tidak menuliskan apapun, kali ini aku pengen membahas hal yg menjadi esensi blog ini sejak awal dibuat, how to build a good relationship. yeee..

beberapa malam yg lalu, ada seseorang yg mengatakan bahwa sebenarnya diantara 2 orang yg bertengkar sebenarnya merasa bahwa diri mereka masing-masing berada pada posisi yg benar. jadi, benar dalam perspektif diri mereka sendiri, atau kalau mau sedikit lebih luas ya benar dalam perspektif 'kelompok' mereka.

aku punya pemahaman sendiri mengenai 'rasa benar' yg dirasakan oleh pasangan yg bertengkar ini, yaitu menekan ego sendiri sampai pada batas terendah yg kita miliki. seberapa rendah? relatif. setiap orang memiliki batas yg berbeda-beda, sama seperti batas sabar antara 1 orang dengan orang yg lain tidak selalu sama. lalu, kenapa harus menekan ego? bukankah pada akhirnya kita akan 'lelah' jika harus menekan ego terus-terusan? bukankah kita juga ingin dimengerti selain harus mengerti? nah mari simak penjelasanku berikut :)

asumsikan Tono dan Tini adalah sepasang kekasih yg saling mencinta, tapi seperti pasangan pada umumnya, tidak ada gading hubungan yg tak retak bermasalah. suatu ketika Tini melakukan sesuatu yg ternyata membuat Tono marah, dan ternyata Tono ini tipe orang yg lebih suka memendam emosinya sendiri daripada harus 'meledak' secara langsung. Tono ini lebih suka diam dengan kemarahan ataupun kekecewaan tersebut tanpa harus meluapkan hal tersebut ke orang lain. dalam situasi seperti ini, Tini bingung kan? ya dong, baginya tak ada angin tak ada hujan kok si pacar tiba-tiba ngambek? what's wrong dude? "mungkin lagi M (males).." pikir Tini.
nah, sampai disini setidaknya sudah ada 1 permasalahan/ konflik yg bisa kita bahas agar Tono dan Tini bisa rujuk dan saling mencinta lagi. Ciee.

Rekayasa 1
Tono yg sudah jengkel, memendam emosinya sendiri dan mendiamkan Tini. bisa jadi karena ia ga ingin menunjukkan kemarahannya ke orang yg dia sayang, bisa jadi karena ia sudah terlalu lelah untuk mengungkapkan hal yg sama secara berulang-ulang (mungkin ini bukan kali pertama Tini melakukan kesalahan yg sama). Tini, yg merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa jadi ikut cuek ternadap Tono. tidak ada usaha untuk mencari tau dan meminta maaf.
ending: saling diam dan kemudian putus.

Rekayasa 2
Dengan kondisi Tono sama seperti pada rekayasa 1, Tini berusaha mencari tau ada apa dengan kekasihnya itu meskipun dia merasa bahwa dia tidak melakukan kesalahan apapun. berusaha memperbaiki hubungan yg telah ia bangun bersama Tono, karena ia tak rela hubungan itu rusak begitu saja. baginya tak apalah mengalahkan ego sendiri jika hal tersebut bisa membawa kebaikan bersama. hingga akhirnya Tono mau menjelaskan kenapa dia jengkel, dan Tini-pun bisa memberi pembelaan pada dirinya sendiri.
ending: 1) saling memahami, menikah, punya anak, hidup bahagia. 2) memahami masalah yg ada dari 2 sudut pandang yg berbeda (Tono dan Tini), tapi menyadari bahwa semuanya memang tak bisa dipaksakan, putus baik-baik.

setelah membaca penjelasan diatas, mungkin ada yg bertanya "loh rekayasa 1 dan 2 kok sama-sama bisa putus? sama aja dong kalo gitu antara menahan ego ataupun tidak?"
ya tidak dong. perhatikan prosesnya dan hasil akhirnya. yg 1 tidak tau permasalahan sebenarnya, yg 1-nya lagi memahami masalah apa yg mereka hadapi meskipun pada akhirnya mereka memutuskan berpisah.

sekarang, tinggal masing-masing dari kita mau bersikap seperti apa terhadap setiap masalah yg ada, mau berusaha memperbaiki atau mau membiarkannya begitu saja. tidak ada kalimat harus. semua terserah pada masing-masing individu. dan tak ada yg perlu menjadi 'orang lain' untuk memecahkan sebuah masalah, karena kamu bisa tetap menjadi kamu dan akan terus begitu sampai kamu memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik lagi.. :)

Dear You..

Oktober 10, 2013

There are times. When all we need to know is someone cares.And you are there for me in those times.Thank you for all that you are. And all that you do.Thanks for breaking my heart and hurt me.Yes, you make me stronger than before.

tempat untuk cintaku

September 05, 2013

Cintaku tak pernah hilang atau mati. Hanya berpindah-pindah mencari tempat yang sekiranya layak untuk menghabiskan sisa hidup. Jika hatimu tak lagi bersedia memberiku tempat, aku akan pergi. Mencari hati baru yang pemiliknya bersedia memberi tempat pada cintaku — selamanya.

hai wanitaku

Agustus 27, 2013



Dear, wanitaku..

Aku adalah seorang pria yang sudah belajar banyak dari masa lalu. Aku rasa akupun sudah berhasil mengendalikan emosiku yang sebelumnya sangat meledak-ledak, tidak mau kalah, bersikap seenaknya sampai memaksakan kehendak, dan kini aku sudah merasakan sendiri manfaatnya dalam hidupku. Dulu, aku pikir cinta itu tentang menang dan kalah, aku kira jika aku membiarkan diriku terekspos itu artinya aku lemah. Ternyata aku salah. Aku akhirnya sadar bahwa mencintai adalah sesuatu yang tidak terjadi begitu saja, kini mengerti bahwa mencintai itu perlu kerjasama.. Ya, aku sangat berharap bertemu dengan wanita yang siap bekerjasama denganku.

Aku berharap kamu adalah wanita yang berdiri di sampingku dengan penuh kepercayaan diri. Membiarkanku menentukan arah dan mengikuti saranku. Aku berharap kamu akan menjadi wanita yang mencintai, memberi, menemani, menjadi perempuan paling lovable yang pantas bersanding denganku. dan aku akan terus belajar supaya kita berdua dapat menjalani hubungan yang lebih dewasa.

Permintaanku, jangan sia-siakan aku. Kuharap kamu paham bahwa, adalah keputusanku untuk mencintaimu, dan aku cukup berharga untuk memutuskan sebaliknya apabila cintaku tidak berbalas. Jangan kecewakan kepercayaanku padamu. Bahkan ketika aku membiarkanmu memegang kendali, maka jadilah wanita yang memberikan kuasa kepadaku untuk memimpin kita berdua ke arah yang lebih baik. Jangan rendahkan aku. Apabila aku merendah, itu kulakukan karna aku menghormatimu, dan kuharap kamu pun menghormatiku. Jangan anggap aku remeh. Ketika aku memberikanmu yang terbaik dariku, kuharap kamu membalasku dengan cinta terbaik yang bisa kau berikan.

Aku percaya kita berdua, kamu dan aku, akan mampu saling mencintai dengan maksimal. Kamu berhak mendapatkan pria yang mencintaimu seperti aku, dan aku berhak mendapat wanita yang mencintaiku seperti kamu.Ya, kita akan bekerjasama, untuk kebaikan kita berdua. Dan kuharap kerjasama kita dapat berlangsung selamanya.

semoga, tidak kamu lagi!

Agustus 26, 2013



Maaf jika harus menuliskan ini, tapi ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya membuatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit (lagi), sama seperti dulu.

Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya, aku mampu membuktikan bahwa inilah aku yang sekarang tak seperti aku yang dahulu.

Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.

Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Sekali lagi maaf.

your decision..?

Maret 20, 2013


hari ini, ak terbangun dan mendapati diriku sudah berada di hari Rabu 20 Maret 2013 jam 00:55. sejenak berfikir, tampaknya sudah beberapa hari ini ak tidak akrab dengan ponselku. bahkan, sudah genap 3 hari ak tidak men-charge ponsel itu padahal sebelumnya 1 hari sekali harus sudah dicharge. (penting?)

cerita kali ini bisa kita mulai pada hari Jum'at kemarin, 15 Maret 2013. dan cerita ini diawali dengan sebuah pesan singkat/ SMS yang ga dibales. jadi ceritanya ak sedang smsn biasa dengannya, dan kemudian secara tiba-tiba "puff" dia menghilang. tanpa berita. like usual. ak yang pada dasarnya emang udah jarang mikir negative ya mikir dia mungkin lagi ribet dengan barang bawaan atau apalah disana, secara dia lagi perjalanan pulang dari Surabaya ke Blitar naik kendaraan umum. ak tunggu 5 menit, 15 menit, 30 menit, bahkan sampai lebih dari sejam. dan see, jam 19.xx dia buka whatsapp (aplikasi chat mobile) dan agak tidak mengenakkan kan jika sms kita "diacuhkan" berjam-jam tapi dia membuka "mainan" semacam itu? hancur sudah semuanya. dan super-nya, sampai detik ini tidak ada kata maaf yang keluar darinya.

ak bukan tanpa usaha, Sabtu pagi ak langsung memberinya sebuah opsi, sms silahkan ga sms juga silahkan. ak beri dia kebebasan untuk memilih daripada aku sendiri yang kecewa dbuatnya karena menunggu. dan melihat perkembangan akhir-akhir ini sudah jelas kan mana yang dia pilih?
sejak beberapa minggu yang lalu aku secara pribadi sudah memutuskan bahwa percuma saja meminta padanya, lebih baik menunggu kesadarannya sendiri, dengan begitu ak tidak akan dianggap "banyak maunya" meskipun hal itu seperti gajah yang membayangkan dirinya bisa terbang menggunakan telinga.
kalau mau sedikit mundur ke belakang, ini bukan sebuah masalah kepercayaan kita pada pasangan kan? ini juga bukan masalah negatif thinking atau semacamnya kan? tapi ini masalah respect kepada pasangan. masalah tentang bagaimana kita memperlakukan pasangan kita yang sudah berjuang keras untuk berubah demi orang yang dia sayang, demi dirinya yang lebih baik dari sebelumnya.

ini bukan tentang besarnya rasa egois seorang laki-laki yang enggan memulai percakapan dengan pacarnya, tapi tentang sebuah tanggung jawab besar bahwa setiap orang harus tau dan bisa menempatkan dirinya. kapan dia harus mengalah, dan kapan dia harus minta maaf karena kesalahan yang sudah berulang kali dia buat. mengecewakan, tapi tidak semua orang bisa menyadari itu tanpa menunggu tamparan dari orang lain  terlebih dahulu.

andaikan sampai hari ini dia tidak merasa bersalah, tapi coba dipikir dengan pola pikir paling sederhana sekalipun. bagaimana posisi orang yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar tapi sempat membuka aplikasi chat mobile dan bukannya memberi kabar karena telah menghilang sebelumnya? ak yakin jawaban semua orang akan sama, bahwa orang itu ada diposisi yang salah.

tapi dia sudah memutuskan, dan ak cukuplah mengikuti apa yang dia mau. ak sudah memikirkan setiap kemungkinan yang mungkin terjadi nanti, sampai kemungkinan terburuk sekalipun, dan ak sudah siap dengan itu. bagiku, ak sudah berusaha dan berjuang dengan sangat serius selama ini untuknya, jadi jika pada akhirnya dia memilih untuk pergi, setidaknya ak memiliki keyakinan yang ak pegang teguh bahwa bukan aku yang bersalah dan yang bersalah tidak mau meminta maaf untuk kesalahannya melainkan memilih untuk pergi.

kamu dan kemunafikan

Mei 06, 2012


well , tampaknya ak harus menuliskan beberapa "makian" di artikelku yang satu ini . pertama , aku sudah cukup muak dengan segala kepura-puraan yang selama ini aku tampilkan . kedua , aku sudah cukup bersabar untuk membiarkan semua berjalan begitu saja seakan semua baik-baik saja padahal keadaan yang ada tidak baik sama sekali . dan yang ketiga , berharap "kamu" membaca ini dan menyadari bahwa ini semua memang tentang "kamu" .

seperti yang pernah aku tulis beberapa minggu yang lalu , aku mempertanyakan semua cerita yang pernah kamu sampaikan . tentang pria-pria yang kamu katakan telah datang dan kini menghilang begitu saja . saat itu , tentu saja , semua cerita berasal dari sudut pandangmu sendiri . dan tidak mengejutkan saat semua cerita itu berujung dengan kamu sebagai korban dan mereka (laki-laki itu) sebagai seorang "penjahat" yang kalah dalam memperjuangkanmu .

tapi seiring waktu berlalu , sebuah kejadian (bukan sebuah sebenarnaya , karena kejadian ini berlangsung berkali-kali) membuatku menyadari sesuatu yang tidak beres di sini . dalam kasusku denganmu , kamu bukan korban tapi justru aku lah korbannya . awalnya aku masih menghargaimu dan memandangmu sebagai seorang wanita baik-baik , mulia , berprinsip , dan memiliki sebuah standar yang memang sudah kamu tentukan secara personal . namun , lagi-lagi setelah waktu berlalu , aku kehilangan segala pandangan itu . bahkan , kini aku cukup membencimu hingga aku mampu mengacuhkanmu saat aku melihatmu berdiri di hadapanku .

itu semua bukan tanpa alasan , bahkan aku memiliki alasan kuat untuk itu . kamu tau , bagiku kamu itu seorang wanita munafik . aku semakin membencimu saat kamu semakin lama semakin memainkan peranmu seakan-akan kamu adalah korban yang tidak bersalah dan patut dikasihani .

aku memang kecewa saat semua penawaranku tentang "masa depan" kamu mentahkan , tapi aku sudah cukup bijaksana untuk menerima semua itu . dan aku tetap berada di tempatku , tidak menerobos masuk ke tempatmu dan memaksamu mengikutiku ke jalur yang aku inginkan . tapi kamu seakan mengolok-olok aku dengan segala sikapmu . kamu pikir dirimu itu siapa? dulu , aku menghargaimu karena kamu aku anggap sebagai seorang wanita yang memang patut untuk dihargai . tapi kamu tidak melakukan hal yang sama kepadaku .

pernah suatu ketika aku berusaha membuangmu , jauh sebelum kebencianku memuncak seperti saat ini . aku cukup berhasil , namun kamu kembali datang dengan kata "rindu" yang seakan tulus kamu ucapkan . menaarikku kembali ke jalur yang sebenarnya sudah aku tinggalkan . tapi kemudian , kamu kembali menghilang . tidak ada penghargaan sedikitpun kepadaku , seorang laki-laki yang juga memiliki perasaan , sama sepertimu .

poin yang perlu diingat disini dan kesimpulan yang aku miliki , pertama kamu adalah seorang yang munafik , kedua kamu adalah seorang yang pandai bersandiwara , ketiga kamu adalah orang yang sangat piawai memutar balikkan keadaan , keempat kamu adalah seorang wanita yang ...

sudahlah , aku hanya ingin meluapkan emosiku . itu saja .

cinta yang universal

Maret 18, 2012


pagi ini ak mendengar sebuah pernyataan , kurang lebih seperti berikut .
Cinta itu universal . Cinta itu tidak hanya mahabah (naluri) , tapi cinta itu sakinah (damai) , mawaddah (memberi yg terbaik) , rahmah (pengorbanan) , dan al Adalah (adil) ..
wow sekali , itu adalah sebuah ilmu yang ak dapat dalam KAP (Kuliah Ahad Pagi) di masjid Ar-Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang . sebenarnya itu tidak sengaja , ak ingin mencoba peruntunganku untuk bertemu dengan embun setelah hampir 1 minggu berlalu , and well , ak menemukannya di antara banyak kepala yang ada .. Hhe
ak jadi berfikir , pada dasarnya cinta itu bukan menjadi apa dan seberapa besar yang kita terima dari seseorang melainkan apa dan seberapa besar yang kita berikan untuk seseorang . memberi , bukan meminta . mengikhlaskan , bukan mengharapkan . manusiawi sekali saat kita merasa jatuh cinta , karena kita memang dibekali naluri untuk itu . tapi ada yang lebih tinggi dari sekedar naluri , tapi kenyamanan (diwakili oleh sakinah) , keikhlasan (diwakili oleh mawaddah) , pengorbanan (diwakili oleh Rahmah) , dan yang terakhir keadilan yang kita berikan dalam sebuah hubungan (diwakili oleh al Adalah) .
kesimpulannya , jika ak dirasa tidak bisa memberikan kenyamanan pada embun , jika ak dirasa tidak bisa ikhlas pada embun (ada udang dibalik sesuatu) , jika ak dirasa tidak cukup mau berkorban untuk embun , dan jika ak dirasa tidak akan memberi rasa keadilan dalam sebuah hubungan , layaklah embun menolak dan meninggalkanku , ak merelakan itu semua karena memang baginya ak tidak layak .
tapi , seandainya ak memenuhi itu semua (tidak sepenuhnya , katakanlah ak cukup memenuhi syarat) dan dia memilih untuk mendepakku keluar karena sebuah alasan klasik karena masa lalu yang masih mengekangnya , ak dengan tegas akan mengatakan bahwa itu bukan cinta . embun tidak benar-benar mencintainya , embun hanya takut kehilangan kenangan itu , embun hanya merindukan kenangan itu!!! :(

aku benci hujan

Maret 13, 2012


hari ini diawali dengan hujan rintik , hawa dingin menyentuh tulang saat tubuhku keluar dari selimut yang dengan setia menghangatkanku sepanjang malam . aku mengintip keluar jendela kamar , "gerimis ini semacam sedang mengolokku saja" pikirku sebelum akhirnya ak berjalan ke arah kamar mandi ..

pukul 7.30 pagi aku sudah siap , berpakaian rapi untuk berangkat berkerja sebagai part-timer dkampus . hapeku masih saja tergeletak tak berdaya dsamping tempat tidur , dua-duanya berlayar hitam , tak ada nyala lampu indikator yang menunjukkan adanya panggilan ataupun pesan yang belum ak buka . ak memandang hape itu dari pantulan cermin yang ada di depanku , ak tidak berbalik untuk mengambilnya , ak memberi mereka untuk berdua saja , toh ak belum membutuhkan keberadaan mereka .

ak memandangi diriku sendiri dicermin , mataku tampak sedikit sayu , orang-orang yang melihatku nanti pasti berfikir kalo aku kurang tidur . ak menggosok mataku dengan punggung telapak tangan , ada perasaan tidak enak yang aku rasakan sejak pagi , ditambah gerimis yang sudah berlalu beberapa menit yang lalu dan digantikan dengan secercah sinar matahari pagi yang seharusnya menghangatkan tapi nyatanya ak tetap merasa tidak nyaman . dan ak baru ingat kalo hari ini ak ada janji untuk bertemu dengannya . ada hal yang ingin ak tanyakan .

semalam ak keluar dengan temanku , seorang teman yang menurutku masih tersisa dari banyak orang yang dulu sempat ak sebut dengan teman . satu-satunya orang terdekatku yang bisa ak jadikan tempat sampah atas masalah yang sedang ak hadapi tanpa takut akan sesuatu apapun , ya , ak santai bercerita apapun dengannya , karena dia adalah teman , bukan orang yang memperolokku atas masalahku , bukan orang yang menjadikan masalahku sebagai bahan tertawaan . dan temanku itu adalah mssM .

dengan mssM , semalam aku bercerita banyak tentang dia yang selama beberapa saat ini ada dikehidupanku . mengisi kekosongan yang selama ini ak tutupi hingga orang lain tidak tau bahwa disitu ada sebuah kekosongan . mssM menyarankanku untuk berusaha , tidak menyerah begitu saja karena dia tau bahwa aku bukan tipe orang yang mudah menyerah pada keadaan . baginya , aku adalah sosok yang kuat dan akan berusaha keras atas pa yang sedang aku kejar . dan atas saran dari mssM itu pulalah akhirnya hari ini ak membuat janji untuk bertemu dengan dia ..

jam 8.55 pagi sebuah pesan masuk , ak sudah menduga siapa yang mengirimkan pesan itu , bukan karena ak ini adalah seorang peramal , hanya saja aku telah membedakan ringtone pesan masuk untuknya seorang agar ak langsung tau jika dia yang menghubungiku .
"aku di luar" katanya .

15 menit kemudian kami telah duduk dilokasi pertama kali kami bertemu beberapa waktu yang lalu . dan , dia masih sama cantiknya seperti sebelumnya . dan , ak masih yakin bahwa seharusnya ak bisa bertahan untuknya . tapi tatapannya padaku telah berubah . dia bukan dia yang kemarin ak kenal . dia tampak tidak berani menatapku terlalu lama . ada yang dia sembunyikan , itulah yang aku yakini saat itu , tapi ak tidak mengatakannya , ak sibuk meluapkan semua emosi yang ak pendam sejak kemarin lusa . dan akhirnya , hujan kembali turun , tidak dari langit yang cerah pagi itu , tapi dari setiap langkah yang ak ambil setelah meninggalkannya duduk di tempat pertama kami bertemu ..

gadis berjilbab merah ..

Maret 12, 2012


pagi ini aku terbangun dari tidurku lebih cepat dari biasanya , seakan ada beban berat yang menimpa dadaku sejak semalam . ak menoleh ke kiri , mataku menyesuaikan keadaan yang masih sedikit gelap di dalam kamar yang hangat , mencari-cari keberadaan jam dinding dan saat mataku berhasil menangkap siluet jam itu ak menajamkan penglihatan dan ternyata masih jam 4.15 pagi ..

aku tidak beranjak dari tempat tidurku , ak masih berkutat dengan rasa kantuk , dan kemudian aku meraih handphone yang ada di samping tempat tidurku , tertulis 4.20 A.M , no new message recieved , no new call recieved . ak menaruh hp itu kembali ditempatnya semula , dan aku memejamkan mata ..
"ak benci saat-saat seperti ini" pikirku dalam diam .

tak berapa lama kemudian ak terduduk lemas , kepalaku condong ke kanan , serasa ingin bersembunyi dalam gelap dan kembali tidur , bermimpi , siapa tau Tuhan sedang berbaik hati untuk mempertemukanku dengan dia di dalam mimpi? dia yang berbeda , dia yang tersenyum padaku , dia yang menggenggam tanganku , dia yang mengatakan terimakasih telah mencintaiku dengan begitu sederhana ..

tapi ak mempunyai rencana lain , ak turun menuju kamar mandi , ada kewajiban yang harus ak tunaikan sebelum melakukan sesuatu hari ini ..

ak telah duduk dikamar lagi sekitar 15 menit kemudian , rasa kantukku hilang setelah air menyentuh wajahku tadi , tubuhku kembali ringan setelah aku bersujud pada-Nya , ak menyisipkan do'a agar semua akan baik-baik saja hari ini , besok , lusa , dan sampai kapanpun ..

ak kembali mengambil hp yang tergeletak begitu saja disampingku , seakan menunggu seseorang mengirimkan sebuah pesan singkat selamat pagi , meskipun tentu saja hal itu tidak terjadi .
"aku pernah seperti ini , dulu ," pikirku sambil menggenggam hpku dtangan kiri , sedangkan tangan kananku sibuk memainkan pena , ingin menuliskan sesuatu tapi ak tak tau apa yang harus aku tulis sebagai permulaan ..

24 jam yang lalu ak sedang berbicara padanya via telepon , jarak yang memisahkan kami tidak memungkinkan untuk melakukan percakapan langsung . seperti biasa , setiap pagi suaranya lah yang pertama aku dengar , seakan menjadi semacam kebiasaan yang tercipta begitu saja tanpa disengaja . kami membicarakan hal-hal yang sepele saat itu (24 jam yang lalu) , tapi lebih lama daari biasanya . kadang ak menelponnya hanya selama 2 menit , atau bahkan kurang dari itu , tapi kali ini ak menghabiskan kuota berbicaraku , ya , ak mengobrol dengannya 15 menit , 15 menit yang menyenangkan ..

tiba-tiba ibuku memanggilku , membuyarkan lamunanku tentang 24 jam yang lalu , membuatku meninggalkan hp dan penaku tergeletak lagi di depan laptop dikamar yang sejak semalam dengan jelas masih menampilkan halaman facebook seseorang yang kali ini memasang fotonya sendiri sedang mengenakan jilbab merah ..
"bunda , engkau tak akan menemukan gadis secantik itu diantara gadis-gadis lain yang ada di kompleks rumah kita" pikirku sebelum beranjak pergi .


saat ak berdiri , secarik kertas terjatuh dari pangkuanku , secarik kertas kecil yang aku tulis semalam sebelum tertidur ..
Jika ak berusaha untukmu , itu keputusanku ..
Jangan khawatirkan jika nanti ak kecewa , karena itu memang keputusanku ..
Dan jika memang itu terjadi , aku sendiri yang akan merasakan rasa kecewa itu , bukan kamu , dia , atau mereka ..

cinta itu hebat , tapi ..

Maret 08, 2012



bicara tentang cinta memang ga ada habisnya , selalu ada saja hal yang bisa dihubungkan dengan cinta . kali ini (seperti juga seperti pada artikel-artikel sebelumnya) kita membicarakan cinta pada lawan jenis tapi masih satu spesies dengan kita yaitu sesama manusia . untuk saat ini saya belum mempunyai bahan untuk membicarakan cinta antara manusia dengan hewan .. :p

wanita , adalah makhluk paling misterius di muka bumi ini . dan kalau mau jujur , sebenarnya tak ada seorang lelakipun yang bisa mengenal seorang wanita secara utuh , karena percaya atau tidak wanita itu selalu mempunyai rahasia yang disembunyikan , dengan alasan yang disembunyikan pula . jadi semacam rahasia di dalam rahasia .. (_ _")

pria , adalah makhluk paling logis di muka bumi ini . dan kalau mau jujur , sebenarnya wanita tak pernah hilang dari pikiran seorang pria selama ia bisa berfikir normal . padahal , wanita yang selalu dipikirkan oleh pria tersebut tidak melakukan hal yang sama . pria itu realistis , meskipun ada juga yang "ngawur" saat tertarik pada seorang wanita . dan tentu saja semua tergantung dari masing-masing individu yang terlibat di dalamnya .

bahkan , ketika sang wanita mengatakan agar pria menunggunya hingga wanita itu siap untuk membuka hati untuknya , si pria menurut saja . tidakkah pria harusnya mengerti bahwa itu adalah tindakan bodoh? menunggu itu tidak termasuk dalam "usaha" untuk mendapatkan hati siapapun , menunggu itu adalah tindakan orang yang putus asa , pesimsitik , tidak memiliki tujuan yang hendak dicapai . yah , mungkin ada tujuan yang hendak di capai , hanya saja dengan cara yang tolol yaitu menunggu .

kalo pendapat pribadiku , cinta itu hebat tapi memiliki sebuah kekurangan yang tidak bisa diperbaiki oleh siapapun ..
cinta itu hebat karena banyak hal bisa ia lakukan . cinta bisa memilih , cinta bisa menyakiti , cinta bisa melambungkan hati seseorang , cinta bisa memperbudak , tapi ada satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh cinta , cinta tidak bisa menunggu ..

Say 'Hello' .. ^^

free counters

 

Find us on Facebook

Most Reading