sebelum waktumu terasa terburu
sebelum lelahmu menutup mata
adakah langkahmu terisi ambisi
apakah kalbumu terasa sunyi
luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
berikanlah rindumu pada denting waktu
luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
dan lihatlah warna kemesraan dan cinta
sebelum hidupmu terhalang nafasmu
sesudah nafsumu tak terbelenggu
indahnya membisu tandai yang berlalu
bahasa tubuhmu mengartikan rindu
luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
berikanlah rindumu pada denting waktu
luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
dan lihatlah warna kemesraan dan cinta
yang tlah semu.. yang tak semu..
dan tak semudah itu ..
Home » All posts
kurangnya rasa
Agustus 15, 2010
suatu hubungan dibangun dengan bermacam-macam alasan dan sebab, ada yang memang saling menginginkan hubungan itu lahir, ada yang dengan rasa terpaksa bahkan paksaan dalam membangun sebuah hubungan.
bukan hal yang mustahil untuk membangun sebuah hubungan dengan dasar rasa terpaksa, meskipun pasti akan ada cacat di dalam hubungan tersebut, namun tetap saja hubungan itu lahir kan meskipun terpaksa?
entah bagaimana memulainya, namun hubungan ini bermula tanpa rencana yang jelas. sebuah komunikasi singkat yang berlanjut menjadi komunikasi intens selama beberapa waktu telah menciptakan sebuah hubungan tak terlihat diantara kami. kami mulai bertukar informasi tentang diri kami pribadi, dan hal ini merupakan sesuatu yang cukup indah dalam awal sebuah hubungan laki-laki dan perempuan.
asumsi:
melihat hal yang terjadi, dapat diperkirakan kami akan melanjutkan hubungan ini ke tahap selanjutnya, yaitu pacaran.
fakta:
terjadi ketidakseimbangan visi yang akan dicapai. salah satu berkeinginan melanjutkan hubungan, salah satu lagi hanya ingin bertahan dalam hubungan yang ada itu tanpa harus melanjutkan ke tahap selanjutnya.
pertanyaan:
kenapa?
jawaban:
-tak terjawab-
pemecahan masalah:
muncullah sebuah pernyataan bersifat memaksa "terima aku atau aku akan pergi dari hidupmu" ..
hasil akhir:
mereka menjalin sebuah hubungan berdua, dan seperti di awal telah disampaikan, dengan rasa "terpaksa", namun toh tetap saja hubungan itu ada dengan sedikit cacat di dalamnya.
bukan hal yang mustahil untuk membangun sebuah hubungan dengan dasar rasa terpaksa, meskipun pasti akan ada cacat di dalam hubungan tersebut, namun tetap saja hubungan itu lahir kan meskipun terpaksa?
entah bagaimana memulainya, namun hubungan ini bermula tanpa rencana yang jelas. sebuah komunikasi singkat yang berlanjut menjadi komunikasi intens selama beberapa waktu telah menciptakan sebuah hubungan tak terlihat diantara kami. kami mulai bertukar informasi tentang diri kami pribadi, dan hal ini merupakan sesuatu yang cukup indah dalam awal sebuah hubungan laki-laki dan perempuan.
asumsi:
melihat hal yang terjadi, dapat diperkirakan kami akan melanjutkan hubungan ini ke tahap selanjutnya, yaitu pacaran.
fakta:
terjadi ketidakseimbangan visi yang akan dicapai. salah satu berkeinginan melanjutkan hubungan, salah satu lagi hanya ingin bertahan dalam hubungan yang ada itu tanpa harus melanjutkan ke tahap selanjutnya.
pertanyaan:
kenapa?
jawaban:
-tak terjawab-
pemecahan masalah:
muncullah sebuah pernyataan bersifat memaksa "terima aku atau aku akan pergi dari hidupmu" ..
hasil akhir:
mereka menjalin sebuah hubungan berdua, dan seperti di awal telah disampaikan, dengan rasa "terpaksa", namun toh tetap saja hubungan itu ada dengan sedikit cacat di dalamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Say 'Hello' .. ^^